rumah sehat

Ingin Rumah Sehat Bebas Penyakit? Ketahui 5 Hal ini!

Ingin rumah sehat bebas penyakit? ketahui 5 hal ini. Menjalani gaya hidup sehat, tetapi Anda masih rentan terhadap penyakit? Nah, Artinya ada yang salah dengan rumah Anda.

Gaya hidup sehat harus didukung oleh lingkungan yang sehat juga. Tetap memerhatikan kebersihan rumah adalah kunci menjaga kesehatan.

Kini, Anda hanya perlu sedikit tips untuk mewujudkan rumah sehat impian. Simak cara tepat wujudkan rumah sehat bebas penyakit berikut ini.

Ketahui Ciri-Ciri Rumah Sehat

rumah sehat

Baca juga: 5 Tips Desain Rumah Sehat yang Mudah Diterapkan

Menjaga kesehatan rumah adalah cara untuk menunjukkan kasih Anda terhadap keluarga. Hunian yang sehat dan bersih mencerminkan kesehatan penghuninnya.

Nah, Sekarang lindungi keluarga Anda dari ancaman kesehatan dengan ketahui ciri-ciri rumah sehat berikut ini.

1. Rumah selalu bersih

Keadaan rumah sehat harus selalu bersih. Dinding tidak boleh lembab dan sebagainya. Setiap sudut rumah harus bebas dari sampah, debu dan kotoran.

Terutama pada lantai yang jadi tempat Anda beraktivitas sehari-hari. Jika rumah bersih, akan mengurangi risiko terjadinya gangguan kesehatan.

Seperti malaria, demam berdarah, diare, TBC, dan penyakit lain yang datang kapan saja karena lingkungan rumah yang kotor.

2. Pencahayaan alami tercukupi

Rumah tidak terasa lembab jika memiliki pencahayaan alami yang cukup. Pencahayaan alami yang masuk menghambat pertumbuhan bakteri dan kuman di dalam rumah. Ruangan jakan terasa lebih segar dan sehat.

Biarkan cahaya alami masuk lewat ventilasi, jendela, dan pintu rumah. Tetapi, pencahayaan alami yang berlebihan membuat ruangan terasa gerah lho.

3. Sirkulasi udara lancar

Kualitas udara yang segar dapat membuat Anda melakukan aktivitas apapun dengan maksimal. Namun sebaliknya, kualitas udara yang lembab membuat Anda rentan terserang penyakit.

Kuman dan bakteri pun lebih mudah berkembang biak. Jadi, pastikan rumah Anda memiliki ventilasi dan jendela yang mendukung kelancaran sirkulasi udara.

Baca juga: 3 Ketentuan Rumah Sehat Sederhana yang Wajib Diketahui!

4. Bebas dari serangga dan hama

Bayangkan jika rumah Anda bebas dari serangga, hama dan hewan pengerat. Tentunya, Anda akan lebih nyaman beristirahat di rumah bersama keluarga.

Tetapi sebaliknya, rumah akan jadi sumber penyakit jika hewan-hewan ini ada. Sebab serangga dan hewan pengerat tinggal lingkungan yang kotor.

Tetap jaga kebersian rumah Anda. Keringkan tempat-tempat lembab yang tertutup perabotan rumah.

5. Memiliki tanaman

Tanaman hijau berfungsi menghasilkan oksigen. Rumah yang dikelilingi vegetasi hijau cenderung lebih sehat.

Dengan menanam bunga atau pohon, rumah akan terasa sejuk secara alami. Anda pun memiliki sumber oksigen yang lebih baik di rumah.

6. Tidak menggunakan bahan berbahaya

Beberapa bahan bangunan dapat melepas zat ke udara yang berbahaya bagi penghuni rumah. Hindari penggunaan material tersebut untuk wujudkan rumah sehat.

Berikut aturan rumah sehat menurut Kemenkes Nomor: 829/Menkes/SK/VII/1999:

  • Mengandung timbal tidak lebih dari 300mg/kg.
  • Debu total tidak lebih dari 150 μgm³
  • Bebas asbes tidak melebihi 0,5 serat/m³/4 jam
  • Bahan bangunan tidak melepas zat berbahaya
  • Bahan bangunan tidak memicu tumbuh dan berkembannya mikroorganisme patogen

Ketahui Persyaratan Rumah Sehat

rumah sehat

Rumah yang bagus tidak harus megah dan mewah. Tetapi harus memenuhi persyaratan kesehatan. Rumah yang sehat setidaknya dapat memenuhi kebutuhan fisiologis dan psikologis sekaligus.

Jika rumah sudah penuhi syaratan kesehatan. Keluarga lebih betah dan bebas beraktivitas di rumah. Berikut 7 syarat rumah sehat yang bisa Anda terapkan.

Baca juga: 7 Ciri-Ciri Rumah Sehat Keluarga Sehat

1. Memiliki ventilasi udara yang cukup

Vetilasi berperan penting pada sirkulasi udara di dalam rumah. Dengan adanya ventilasi sirkulasi udara terus berjalan meskipun pintu dan jendela tertutup.

Selain itu, ventilasi dapat mempertahankan kadar oksigen di dalam rumah serta menjaga kelembaban rumah. Sangat disarankan bagi Anda untuk menggunakan ventilasi silang atau cross ventilation.

Karena ventilasi silang membuat pertukaran udara lebih efektif pada setiap sudut rumah.

2. Plafon dan Atap memadai

Plafon dan atap sangat berpengaruh pada suhu di dalam rumah. Pertimbangkan jarak antara plafon dan atap Jarak plafon yang terlalu rendah menyebabkan suhu ruangan terasa panas.

Pemilihan atap juga penting dipertimbangkan. Pemakaian genteng dari tanah liat sangat disarankan untuk rumah di daerah tropis seperti Indonesia. Karena genteng tanah liat menyerap panas.

Sebaiknya hidari pemakain seng dan asbes karena membuat suhu di dalam rumah jadi semakin panas.

3. Lantai aman dan bersih

Pemilihan material lantai sangat penting. Menggunakan lantai kedap air merupakan salah satu syarat rumah sehat yang harus Anda ikuti.

Material ubin, semen, atau keramik bisa Anda gunakan, tetapi tipe lantai ini tidak cukup aman karena mudah licin. Penggunaan lantai vinyl bisa jadi pilihan alternatif lantai yang aman untuk rumah Anda.

Selain itu kebersihan lantai jadi perhatian penting. Lantai yang kotor dan berdebu membuat Anda tidak nyaman dan bisa jadi tempat tumbuh berkembangnya bakteri.

4. Memiliki paparan cahaya alami

Rumah sehat harus memiliki pencahayaan alami yang cukup. Rumah yang kekurangan sinar matahari rawan tumbuh bakteri. Rumah juga terasa lembab dan tidak nyaman.

Memanfaatkan jendela dan pintu untuk biarkan cahaya matahari masuk. Buka jendela dan pintu secara rutin agar kebutuhan cahaya alami rumah terpenuhi.

5. Pembuangan limbah tidak mencemari

Kamar mandi dan dapur merupakan penyumbang limbah dan sampah yang paling mendominasi. Rumah sehat harus memiliki septic tank dan pembuangan air limbah yang tidak mencemari air tanah.

Jika Anda menggunakan pompa air, jarak septic tank harus sejauh mungkin agar air tidak tercemar. Kemudian sediakan tempat pembuangan sampah yang tertutup.

Agar lingkungan sekitar rumah tidak tercemar. Siapkan juga dua tempat sampah organik dan anorganik di rumah.

6. Penuhi kebutuhan air bersih

Rumah sehat harus memenuhi kebutuhan air bersih bagi penghuninya. Setidaknya 60 liter air dapat memenuhi kebutuhan satu orang untuk minum, mandi, cuci dan lain-lain.

Peran air sangat penting karena berkaitan erat dengan kebersihan. Jika kebutuhan air terpenuhi maka kebersihan dan kesehatan diri lebih terjaga.

7. Rumah tidak ada polusi

Polusi asap di dalam rumah pastinya datang dari dapur. Untuk itu, rumah harus memiliki ekstraksi asap agar tidak mencemari ruangan lain.

Terlalu sering menghirup asap dapat membuat pengap. Bahkan dapat menyebabkan gangguan pernapasan. Terutama bagi anak kecil yang sangat rentan.

Ketahui Ketentuan rumah sehat sederhana

rumah sehat

Memiliki rumah yang besar dan mewah adalah impian banyak orang. Tetapi jika tidak memenuhi standar rumah sehat maka percuma.

Karena kesehatan selalu jadi perhatian utama bagi setiap orang. Berikut rumah sehat sederhana menurut Keputusan Menteri Permukiman dan Prasarana Wilayah nomor 403/KPTS/M/2002:

1. Kebutuhan Ruang dan Kavling

Ketentuan rumah sehat sederhana disusun sesuai kebutuhan ruang setiap orang di dalamnya. Pemerintah menentukan kebutuhan ruang minimum per orang, yaitu 9m2.

Dengan ketinggian plafon 2,80m. Sedangkan minimum luas kavling 60m2 dengan maksimal 200m2. Luas kavling idela, yaitu antara 72-90m2.

2. Kesehatan dan Kenyamanan

Terkait aspek kesehatan dan kenyamanan ketentuan rumah sehat sederhana dipengaruhi oleh tiga hal yaitu:

  • Pencahayaan
  • Pengaliran udara
  • Kelembaban ruangan

Sesuaikan posisi ideal rumah dengan orientasi peredaran matahari dan arah angin. Agar rumah mendapatkan pencahayaan alami yang baik.

Sementara itu, pengaliran udara harus memenuhi kebutuhan oksigen setia penghuni. Dengan ukuran 16-24 m3 untuk dewasa dan 8–12 m3 untuk anak-anak.

Untuk ketentuan lubang ventilasi minimal 5% dari luas ruangan. Lalu, kelembaban ruangan yang baik harus sesuai dengan suhu tubuh penghuni.

Baca juga: 7 Syarat Rumah Sehat yang Harus Diketahui

3. Keamanan dan Keselamatan

Mempunyai stuktur bangunan dasar, seperti pondasi, dinding, rangka banguan, lantai, dan atap hal yang wajib. Untuk memenuhi standar keamanan dan keselamatan rumah sehat sederhana.

Sedangkan plafon, talang dan sebagainya termasuk kedalam estetika bangunan. Tetapi juga berperan penting. Berikut struktur dasar rumah sehat sederhana.

a. Pondasi

Gunakan sistem pondasi setempat sebagai struktur dasar pondasi rumah sehat sederhana. Bahan yang digunakan yaitu, pasangan beton tanpa tulang dan batu kali.

Lalu terapkan juga sistem pondasi tidak langsung yang terbuat dari kayu ulin.

b. Dinding

Rumah sehat sederhana harus memiliki dinding dengan bahan conblock, papan, setengah conblock atau setengah papan.

Ukuran conblock harus memenuhi syarat SNI PKKI NI-05. Pasang dinding pada rangka yang kokoh. Untuk rangka gunakan kayu ukuran 5/7 dengan jarak maksimum 100 cm.

c. Kerangka bangunan

Membangun full frame untuk dinding rumah harus terbuat dari struktur beton bertulang. Adapun rumah setengah tembok, menggunakan setengah kerangka beton bertulang dan setengah lainnya dari kayu.

Kemudian sloof sangat disarankan untuk menggunakan beton bertulang agar lebih kuat.

d. Atap

Atap rumah sehat sederhana menggunakan atap pelana dengan kuda-kuda yang terbuat dari rangka kayu.

Kayu yang digunakan untuk kerangka harus memenuhi standar dari ukuran kelas II yang kuat dan tahan lama 5/10. Sedangkan sudut kemiringan atap harus mempertimbangkan kenyamanan ruang, yaitu minimal 20o.

Ketahui Ciri-ciri rumah tidak sehat

rumah tidak sehat

Rumah yang bersih dan terawat membawa kenyaman dan kesehatan bagi Anda dan keluarga. Tetapi sebaliknya, tempat tinggal yang kotor akan jadi sumber penyakit.

Anda dan keluarga pun jadi tidak nyaman melakukan aktivitas sehari-hari. Sebaiknya kenali ciri-ciri rumah tidak sehat di bawa ini.

1. Banyak serangga dan hama

Salah satu tanda yang mudah dilihat adalah banyaknya hewan hama yang bersarang di rumah Anda.

Jika ada binatang seperti tikus, kecoa, semut, lalat, rayap dan hama lainnya, artinya ada yang salah dengan kebersihan rumah Anda. Kesalahan ini bisa meliputi:

  • Kesalahan sistem pembuangan sampah
  • Struktur atau furniture kayu lapuk
  • Lingkungan sekitar rumah kotor

Jika dibiarkan, akan mengundang serangga dan hama semakin banyak masuk ke rumah Anda.

2. Rumah lembab, pengap, dan berbau

Ada beberapa faktor yang menyebabkan kondisi rumah lembab, pengap, dan berbau tidak sedap yaitu:

  • Kebocoran pada dinding atau atap dibiarkan terlalu lama
  • Pembuangan dan sistem pemisahan sampah yang tidak baik
  • Banyak barang tergeletak dan ditumpuk sembarangan

3. Sakit berkepanjangan

Kondisi rumah tidak sehat jika terjadi lembab, pengap,dan bau tidak sedap berkepanjangan. Kondisi ini dengan mudah menyebabkan Anda mengalami sakit.

Ditambah lagi dengan kehadiran serangga dan hama. Besar kemungkinan bagi Anda dan keluarga terserang penyakit.

Seperti flu, mual, hingga penyakit serius seperti leptosipirosis, tifus dan penyakit lainnya yang disebabkan oleh lingkungan yang kotor.

4. Kurangnya ventilasi udara

Kurangnya sistem ventilasi dapat menjadi penyebab kondisi lembab, pengap, dan berbau tidak sedap. Ventilasi yang memadai memungkinkan sirkulasi udara lancar.

Membuat setiap ruang pada rumajadi tidah lembab, pengap dan berbau. Oleh karena itu, pastikan ventilasi udara di rumah Anda memadai.

5. Kurangnya Jumlah Tanaman

Kemampuan alami dari tanaman dapat menghasilkan oksigen yang terus memperbarui dan meningkatkan kualitas udara di rumah Anda.

Jika rumah tidak memiliki jumlah tanaman yang memadai, akan ada banyak masalah yang Anda temui, mulai dari jumlah debu yang meningkat, panas, kering, dan udara yang tidak segar.

Ketahui desain rumah sehat

rumah sehat

Desain rumah sehat mendukung sirkulasi udara yang memberi kesejukan adalah dambaan setiap orang. Terutama bagi Anda yang tinggal di perkotaan.

Rumah yang tidak memiliki ventilasi membuat suasana rumah menjadi pengap, panas dan tidak nyaman.

Penggunaan penyejuk udara mungkin menjadi solusi. Namun selain mahal, penggunaan terus menerus juga tidak baik untuk kesehatan Anda.

Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk mengubah rumah Anda menjadi lebih dingin dan sejuk.

Seperti menjaga kebersihan rumah. Rumah yang sejuk dan bersih akan berdampak positif pada Anda. Jadi, berikut desain rumah sehat sejuk yang dapat Anda terapkan.

1. Jendela desain rumah sehat

Cara pertama adalah memberikan lebih banyak ventilasi untuk ruang terbuka. Jendela besar rumah yang menghadap halaman akan membuat sinar matahari masuk. Suhu rumah Anda akan terasa hangat ketika pagi hari.

Selain itu, cahaya matahari yang memasuki ruangan dapat menghapus kelembaban, jamur serta bakteri yang menempel pada furnitur dan dinding.

Angin dan udara segar bisa bebas masuk untuk memberikan kesejuk pada rumah Anda.

rumah sehat

Anda dapat menggunakan jendela ganda dengan kaca yang dapat dibuka ke dalam. Sedangkan bagian luarnya dapat dibuka ke arah luar. Jendela rangkap memiliki fungsi sebagai sirkulasi udara sekaligus pencahayaan.

Ketika Anda membutuhkan cahaya, bagian luar bisa dibuka dan cahaya akan langsung masuk menembus lapisan kaca. Udara sejuk bisa diperoleh dengan membuka keduanya.

2. Posisi ruangan desain rumah sehat

Posisi dan arah ruangan akan mempengaruhi suhu ruangan. Ruang yang sering digunakan aktivitas pagi hingga siang hari sebaiknya berada disebelah barat. Seperti ruang makan dan ruang tamu.

Penempatan ruang ini bukan tanpa alasan. Kamar yang terletak sebelah barat akan terasa dingin di pagi hari. Malam harinya, ketika matahari sudah mulai bergerak ke arah barat, kamar dari sisi timurlah yang akan terasa lebih dingin.

3. Menanam tumbuhan

Selain membuat rumah terlihat indah, tanaman mampu memberikan suasana sejuk yang diinginkan. Bahkan, kehadiran pohon-pohon di halaman juga dapat memberikan suasana yang sama.

Jangan lupa untuk melihat kondisi sekitar dan membersihkan tanaman secara teratur. Sehingga tidak mengganggu cahaya alami yang masuk ke dalam rumah.

4. Exhaust fan

Exhaust fan adalah jenis kipas yang menyedot udara dari dalam ruangan keluar dari rumah. Bahkan, fungsi kipas ini dapat dibalik untuk menyerap udara segar ke dalam rumah.

Sehingga rumah Anda memiliki udara segar dan sejuk sepanjang hari. Dengan kipas ini akan menjaga suhu ruangan tetap stabil. Sirkulasi udara dalam ruangan akan menjadi lebih baik dan membuat Anda lebih betah.

5. Plafon

Sirkulasi udara dapat dipengaruhi oleh ukuran plafon. Jarak antara atap dan plafon dapat menentukan suhu ruangan. Plafon tinggi akan membuat udara masuk ke rumah lebih banyak.

Selain itu, juga dapat menahan panas matahari langsung ke dalam rumah. Ukuran Membuat plafon dengan ketinggian yang cukup sekitar 3 meter atau lebih, setara dengan dua kali tinggi tubuh manusia dewasa

Semua penjelasan tetang rumah sehat tersebut dapat Anda praktikkan pada rumah Anda. sekarang sangat mudah bagi Anda mewujudkan rumah sehat impian keluarga.

Karena pemilihan bahan bangunan merupakan hal penting menyangkut kesehatan, antai vinyl Balian bisa jadi pilihan Anda. Pesan sekarang juga!

Share this post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


× Chat Whatsapp