Sanitasi di rumah

Pentingnya Sanitasi di Rumah

Memiliki rumah yang rapi dan bersih itu sebuah keharusan, tapi jangan melupakan juga soal sanitasi di rumah. Kondisi rumah Anda juga akan berdampak bagi kesehatan fisik siapapun yang menghuninya, lho.

Bayangkan, jika Anda tidur, makan, atau sekadar istirahat dari keseharian yang begitu melelahkan dengan kondisi rumah banyak kotoran dan debu, atau bahkan terdapat bau yang tidak sedap. Sangat tidak nyaman, bukan?

Mengutip studi yang dilakukan di Indiana University ditemukan korelasi antara rumah bersih dengan kebugaran fisik. Semakin apik seorang menjaga sanitasi di rumah, dipercaya semakin bugar juga fisik penghuninya.

Untuk lebih jelasnya, yuk simak manfaat dan cara melakukan sanitasi di rumah agar tetap sehat dan nyaman di rumah sendiri.

Manfaat Melakukan Sanitasi di Rumah

Ada berbagai alasan kenapa melakukan sanitasi di rumah akan memberi banyak keuntungan bagi seluruh anggota keluarga. Di antaranya adalah:

1. Menurunkan stres dan kelelahan

Saat Anda tinggal di rumah yang berantakan, Anda secara tidak sadar teringat akan pekerjaan yang harus dikerjakan dan secara visual mata tidak memiliki tempat untuk istirahat.

Terlalu banyak kekacauan juga dapat menyebabkan stres dan kelelahan luar biasa. Ketika sebuah item perlu waktu lama untuk ditemukan, atau tidak dapat ditemukan, tingkat stres akan meningkat dan begitu pula resiko untuk terkena penyakit.

2. Mengurangi gejala alergi dan asma

Sanitasi di rumah

Ada baikya jika Anda merapikan area berkarpet, kain pelapis, tempat tidur, atau area-area yang biasanya cenderung lembab seperti basement dan garasi secara berkala. Jika tidak, hal ini dapat memperburuk kondisi alergi dan asma, lho.

Tungau debu, bulu hewan peliharaan, dan jamur mengintai seluruh anggota keluarga dan bila ini terjadi dapat memicu reaksi alergi, menurunkan kualitas udara dan meningkatkan potensi masalah asma.

3. Meningkatkan keamanan

Jatuh dan kebakaran adalah dua penyebab cedera dan kematian di dalam rumah. Tersandung benda dan tergelincir pada permukaan licin dapat menyebabkan cedera kepala dan anggota tubuh patah dan terkilir.

Pada akhirnya, ini akan membawa seseorang hingga sampai ke UGD rumah sakit. Rumah yang berantakan pun dapat dengan mudah mempercepat penyebaran api dan menghalangi kemampuan Anda untuk menyelamatkan diri atau diselamatkan.

4. Mengurangi penyebaran kuman penyakit

Meskipun banyak orang mengira kamar mandi menjadi tempat paling banyak terkena kuman di rumah, temuan menunjukan dapur adalah area yang perlu mendapat perhatian paling besar.

Sanitasi di rumah

Dapur dianggap sebagai area utama bagi kuman karena banyak celah yang dapat menampung air atau percikan makanan.

Oleh karena alasan inilah kenapa ahli kesehatan menyarankan untuk memiliki meja makan yang dibuat dari bahan tahan air sehingga mudah dibersihkan dengan pemutih setelah mengolah daging atau ikan mentah. 

5. Mencegah kuman penyakit

Serangga dan hewan pengerat dapat berkembang biak dan bersembunyi di rumah yang berantakan. Binatang tersebut umumnya tertarik pada tumpahan cairan, sisa makanan, dan mangkuk hewan peliharan yang kotor.

Untuk itu Anda perlu melakukan sanitasi di rumah agar para hewan pengganggu tersebut tidak datang ke dalam rumah.

Hal ini karena hewan-hewan tersebut banyak membawa bakteri dan parasit hingga menyebarkan kuman yang dapat menyebabkan berbagai penyakit.

Baca juga: 7 Syarat Rumah Sehat yang Harus Diketahui

Cara Melakukan Sanitasi di Rumah

Sanitasi di rumah

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk melakukan sanitasi di rumah agar kesehatan keluarga tetap terjaga. Diantaranya adalah:

1. Clean up

Jika Anda berbagi toilet dengan orang lain, pastikan untuk membersihkan tempat duduk sebelum dan sesudah menggunakan kamar mandi.

Jika masing-masing orang punya tanggung jawab untuk membersihkan kamar mandi, ini dapat meminimalisir penyebaran kuman penyakit.

2. Freshen up

Gunakan disinfektan untuk membersihkan toilet, setidaknya dua kali seminggu. Ini akan membantu membunuh bakteri dan meningkatkan aroma kamar mandi menjadi segar. 

3. Wash up

Selalu cuci tangan secara menyeluruh hingga bersih dengan menggunakan sabun dan air setelah Anda menggunakan toilet. 

4. Dry up

Kebersihan tangan tidak hanya sekadar mencuci tangan, tapi Anda juga harus mengeringkan tangan secara menyeluruh. Tangan yang lembab dapat menyebarkan lebih banyak kuman dibandingkan dengan tangan yang kering.

5. Check up

Dorong seluruh anggota keluarga di rumah untuk mempraktikan tips kesehatan ini di setiap kesempatan. Kebiasaan baik menghasilkan perilaku baik yang mengarah pada sanitasi di rumah yang lebih sehat bagi semua anggota keluarga. 

Selain melakukan poin di atas, Anda juga perlu menjaga kebersihan lantai karena anak-anak paling sering bermain di lantai dan mereka pun banyak melakukan aktivitas di lantai.

Jika Anda mencari lantai yang aman untuk keluarga sekaligus aman untuk anak-anak bermain di lantai, jawabannya Balian Flooring.

Balian Flooring merupakan lantai vinyl SPC anti bakteri pertama di Indonesia yang telah teruju klinis by SGS International Test mampu membunuh bakteri di atas permukaan lantai hingga 99,9%, lho.

Jika sanitasi di rumah Anda baik dan lantai yang Anda pakai pun berkualitas, maka rumah Anda tidak hanya terlihat indah tapi juga sehat.

Info selengkapnya tentang produk Balian Flooring, Anda bisa klik di sini.

Baca juga: 5 Cara Mudah Menjaga Kesehatan Keluarga

2 Replies to “Pentingnya Sanitasi di Rumah”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *